Lama tak menghiasi wajah layar kaca, aktris Maudy Koesnaedi tampil dalam panggung teater. Tak tanggung-tanggung, perempuan berdarah Sunda ini langsung mendapat pemeran utama di teater tari Citraresmi garapan Titimangsa Foundation bekerja sama dengan Mainteater.
Beda medium, beda pula sensasinya, demikian pengalaman yang Maudy Koesnaedi rasakan pada saat berakting di depan kamera dan melakoni peran di atas panggung teater.
Hal itu ia katakan saat jumpa pers Pagelaran Ketoprak Tari Aryo Penangsang, di Gedung Pertunjukan Wayang Orang Bharata, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).
Maklum, selama ini perempuan berusia 42 tahun itu lekat dengan orang Betawi berkat perannya sebagai Zaenab di sinetron Si Doel Anak Sekolahan.
"Saya sebenarnya orang Sunda, memang saya tidak mengenal banyak budaya Sunda dibandingkan Betawi. Lalu saya bilang ke Happy (Salma), nanti kapan-kapan mau belajar budaya Sunda," kata Maudy saat ditemui di Bandung, Selasa (31/10/2017) malam.
"Beda-beda sih sensasinya, seru-seruannya. Shooting sinetron, shooting film punya kekangenan sendiri sih, berakting di depan kamera sama di atas panggung," kata Maudy.
Meski demikian, Maudy lebih merasa puas saat berakting di atas panggung.
"Wah, ini bisa sekalian mengenal budaya Sunda. Tidak pikir lama saya ambil," jelas Maudy.
Untuk menghayati perannya di teater yang menggabungkan dialog, monolog, dan tarian ini Maudy sampai pergi ke Ciamis. Selama di sana, dia berziarah ke makam para pendiri tataran Sunda. Dia juga mendapati banyak cerita, termasuk tentang sejarah Kerajaan Pajajaran.
"Saya tuh ngerasanya kepuasannya itu lebih puas di panggung sih. Karena mau di belakang panggung atau atas panggung tapi rasanya tuh lebih hidup," ujarnya.
"Kalau seni pertunjukan di pementasan ini aku enggak bisa di-take dua kali kan. Jadi emang harus menikmati betul secara live," sambung ibu satu anak itu.
Maudy Koesnaedi lebih menikmati Pementasan diatas panggung rasanya tuh lebih hidup, beda pula sensasinya.
4/
5
Oleh
Unknown