Senin, 06 November 2017

BAHAYA Bayi tidur dengan menggunakan bantal. Bentuk kepala bayi baru lahir belum sempurna, Kepalanya membutuhkan waktu untuk bisa berubah ke bentuk yang ideal.

BAHAYA Bayi tidur dengan menggunakan bantal. Bentuk kepala bayi baru lahir belum sempurna, Kepalanya membutuhkan waktu untuk bisa berubah ke bentuk yang ideal.

Setiap tidur, kita menggunakan bantal empuk supaya posisi kepala kita nyaman.

Tapi tidak dianjurkan untuk bayi, menggunakan bantal apa pun hingga bayi berusia dua tahun.



Bayi dianggap aman menggunakan bantal jika ia sudah memiliki kontrol yang baik pada gerakan kepala dan lehernya sehingga ia dapat menghindar jika wajahnya tertutup bantal.

Bentuk kepala bayi baru lahir belum sempurna karena pengaruh proses kelahiran atau alat bantu persalinan (seperti forsep). Kepalanya membutuhkan waktu untuk bisa berubah ke bentuk yang ideal.

Inilah alasan kenapa bantal apa pun tidak baik untuk bayi:

  1. Bantal berpotensi mengundang bahaya sesak napas atau tersedak.
  2. Jika bantal robek, isi bantal bisa keluar. Jika sedikit saja isian bantal keluar, lalu masuk ke mulut atau hidung bayi, menjadikan dirinya berisiko mengalami tersedak.
  3. Jika bayi diletakkan di tengah bantal berbentuk U, bayi akan kesulitan untuk membalik atau memutar kepalanya ke salah satu sisi ketika dia gumoh atau muntah. Kondisi ini berisiko membuat bayi tersedak oleh muntahannya sendiri.
  4. Bantal juga dikaitkan dengan sindrom kematian mendadak pada bayi. Disebut pula dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome.


Tips Menggunakan Bantal
Berikut adalah beberapa hal yang orang tua perlu perhatikan terkait penggunaan bantal untuk bayi.

  1. Jauhkan semua bantal dari keranjang bayi pada malam hari atau ketika bayi sedang tidak diawasi.
  2. Bantal boleh digunakan untuk bayi tidur siang dengan catatan bahwa Anda turut mengawasi. Bila Anda tidak mengawasinya, lebih baik jauhkan bantal.
  3. Jika bayi tertidur dengan bantalnya, perlahan-lahan ambil bantal dengan lembut dan letakkan bayi di keranjangnya.
  4. Pilih bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah risiko alergi.
  5. Pilih bantal yang kecil dan kukuh dengan sarung yang halus.
  6. Jangan menggunakan bantal yang dihias dengan kancing, manik-manik, rumbai, atau dekorasi jahitan lainnya.
  7. Dianjurkan untuk tidak menggunakan bantal yang terbuat dari bahan poliester karena kain poliester dapat menyebabkan iritasi. Utamakan yang berbahan kain katun.
  8. Periksa secara rutin apakah kain bantal robek. Bila robek, singkirkan bantal tersebut.
  9. Bersihkan bantal secara rutin. Bantal dapat menjadi sarang kuman, debu, keringat, sisa susu yang mengering, atau minyak bayi. Cuci bantal sesuai dengan petunjuk perawatan dan pastikan benar-benar kering sebelum digunakan.
  10. Jangan gunakan bantal jika Anda meletakkan bayi di dalam ayunan.
  11. Jika bayi Anda memiliki ruam pada kulitnya dan terus berkembang, periksakan dirinya ke dokter.
  12. Jangan memberi makan bayi Anda saat dia sedang berbaring di atas bantal. Suapi bayi dengan posisi seperti sedang menyusui.


Anda tidak perlu memaksakan menggunakan bantal untuk bayi. Di samping itu, jika bayi Anda tidur bersama Anda, jangan lupa untuk menjauhkan semua bantal atau guling.

Related Posts

BAHAYA Bayi tidur dengan menggunakan bantal. Bentuk kepala bayi baru lahir belum sempurna, Kepalanya membutuhkan waktu untuk bisa berubah ke bentuk yang ideal.
4/ 5
Oleh